Pada April 2026, sesuatu terjadi di Kabupaten Bone, Indonesia, yang perlu mendapat perhatian dari para profesional proteksi kebakaran dan pemilik bangunan di seluruh dunia. Dinas pemadam kebakaran setempat tidak menanggapi keadaan darurat. Mereka dipanggil sebelum keadaan darurat terjadi.
Atas permintaan BPJS Kesehatan (lembaga asuransi kesehatan nasional Indonesia), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone melakukan inspeksi menyeluruh terhadap sistem proteksi kebakaran gedung kantor BPJS Kesehatan. Tim dipimpin oleh seorang insinyur yang berkualifikasi dan terdiri dari enam tenaga profesional terlatih. Mereka tidak menunggu kebakaran untuk mengungkap celah-celah tersebut. Mereka mencari celah-celah itu.
Inilah jenis komitmen proaktif yang dapat menyelamatkan nyawa.
Apa yang Dicakup dalam Inspeksi
Tim inspeksi memeriksa tiga kategori perlindungan kebakaran, yang mencerminkan pendekatan komprehensif terhadap keselamatan bangunan.
Perlindungan kebakaran aktif mencakup alat pemadam kebakaran portabel, alat penyiram otomatis, hidran, sistem alarm kebakaran, dan detektor asap. Sistem-sistem ini dirancang untuk mendeteksi dan memadamkan api begitu api mulai menyala.
Proteksi kebakaran pasif mencakup penerangan darurat, jalur evakuasi, rambu keluar, titik berkumpul, dan tangga darurat. Sistem ini memandu orang ke tempat aman dan memperlambat penyebaran api di dalam bangunan.
Tim tersebut juga meninjau program Manajemen Keselamatan Kebakaran gedung, yang dikenal di Indonesia sebagai MKKG. Hal ini lebih dari sekadar perangkat keras dan melihat apakah manajemen memiliki rencana dan apakah orang-orang siap untuk bertindak.
Bersama-sama, ketiga pilar ini membentuk fondasi bangunan yang terlindungi dengan baik.
Mengapa Inspeksi, Pengujian, dan Pemeliharaan Itu Penting
Sistem proteksi kebakaran tidak seperti sakelar lampu. Anda tidak bisa berasumsi bahwa sistem tersebut akan berfungsi hanya karena sudah terpasang. Peralatan akan mengalami degradasi. Sambungan alarm akan berkorosi. Kepala sprinkler akan dipenuhi cat. Alat pemadam api akan kehilangan tekanan. Lampu darurat akan mati. Tanpa inspeksi, pengujian, dan pemeliharaan (ITM) secara berkala, sistem ini dapat gagal tepat pada saat dibutuhkan.
Data industri secara konsisten menunjukkan bahwa ketika alat penyiram api otomatis gagal beroperasi dalam kebakaran bangunan, penyebab utamanya adalah sistem dimatikan sebelum kebakaran terjadi, kurangnya perawatan, atau komponen yang sejak awal tidak berfungsi dengan baik. Setiap kegagalan ini dapat dicegah.
ITM bukanlah sekadar kotak centang birokrasi. Ini adalah perbedaan antara sistem yang berfungsi dan sistem yang hanya tampak berfungsi.
Contoh Bone Regency Menetapkan Standar yang Tepat
Yang menonjol dalam kisah ini bukanlah hanya bahwa inspeksi itu terjadi, tetapi mengapa. BPJS Kesehatan yang memintanya. Sebuah lembaga kesehatan pemerintah, yang bertanggung jawab atas ribuan karyawan dan anggota masyarakat yang dilayaninya, mengambil inisiatif. Mereka tidak menunggu petugas kode etik datang. Mereka meminta evaluasi dengan syarat mereka sendiri.
Pelaksana Tugas Kepala Pemadam Kebakaran Andi Supriadi dengan jelas menyampaikan tujuannya: “Ini adalah bagian dari upaya pencegahan dan mitigasi risiko kami.” Pernyataan tersebut mencerminkan pemahaman tentang keselamatan kebakaran sebagai tanggung jawab berkelanjutan, bukan peristiwa sekali saja.
Seruan untuk Bertindak
Setiap pemilik bangunan dan manajer fasilitas harus mengajukan pertanyaan sederhana: Kapan terakhir kali sistem proteksi kebakaran Anda diperiksa dan diuji secara menyeluruh oleh para profesional yang berkualifikasi?
Kapan terakhir kali Anda melihat peralatan tersebut? Kapan terakhir kali dipastikan berfungsi sesuai desainnya?
Standar seperti NFPA 25 (sistem proteksi kebakaran berbasis air) dan NFPA 72 (sistem alarm kebakaran) memberikan persyaratan terperinci untuk frekuensi dan metode ITM. Standar ini ada karena komunitas profesional proteksi kebakaran telah belajar, melalui pengalaman dan kerugian, apa yang terjadi ketika sistem diabaikan.
Pemerintah Kabupaten Bone dan BPJS Kesehatan menunjukkan bahwa menganggap serius keselamatan kebakaran adalah sebuah pilihan, dan mereka telah mengambil pilihan yang tepat. Pemilik bangunan dan instansi pemerintah di mana pun dapat melakukan hal yang sama.
Sistem proteksi kebakaran Anda hanya akan berfungsi dengan baik jika terakhir kali diperiksa dan dipastikan berfungsi. Jadwalkan inspeksi. Uji sistemnya. Rawat peralatannya.
Nyawa bergantung padanya.
Baca artikel selengkapnya di sini: https://bone.go.id/2026/04/18/tingkatkan-mitigasi-risiko-tim-damkar-bone-sistem-kebakaran-bpjs-kesehatan/

